www.wikipedia.com

Wednesday, November 26, 2008

GO PUBLIC 1


Menjadi Lebih Indonesia

Tuesday, 28 October 2008 (HARIAN SURYA SURABAYA)

Pasca turunnya rezim Orde Baru Mei 1998 yang dipelopori pemuda Indonesia, kecintaan dan kepercayaan masyarakat pada kaum intelektual muda perlahan-lahan turun, karena generasi muda era 2000 lebih menonjolkan ototnya dari pada ide-ide segar perubahannya. Faktanya, tawuran antara mahasiswa baik beda kampus maupun satu kampus, marak diberitakan. Pelajar SMP dan SMA tak mau kalah pamer otot dengan berantem hanya gara-gara masalah sepele.

Kalau dicermati, definisi pemuda atau generasi muda adalah konsep yang sering diberati oleh nilai-nilai. Pemuda harapan bangsa, pemuda pemilik masa depan, atau pemuda harus dibina, dan sebagainya, memperlihatkan betapa saratnya nilai yang terlekat. Sebab itu aspek objektif seperti perumusan berdasarkan kesamaan umur perlu diperhitungkan. Dari sudut kependudukan, pemuda adalah mereka yang berusia 15 hingga 25 tahun.

Sedangkan dalam sosiologi dan sejarah, kepemudaan dirumuskan berdasarkan tanggapan masyarakat dan kesamaan pengalaman historis yang didukung versi psikologi yang memperkirakan periode pertumbuhan kepribadian, erat hubungannya dengan latar belakang kebudayaan.

Berbicara Indonesia berarti membincangkan budaya, adat-istiadat, keragaman suku, ras dan agama dari Sabang sampai Merauke yang begitu pelangi, unik, dan kaya dengan alamnya yang subur-makmur. Yang jelas, masyarakat Indonesia termashyur dengan keramahan, budi pekerti, sederhana, pekerja keras. Dulu kita menganggap semua ini hanya bisa ditemui di Indonesia. Ketika informasi terbuka, nilai-nilai seperti ini juga dimiliki bangsa lain.

Budaya konsumtif dan narsis menghinggapi otak-otak kaum intelektual muda detik ini. Alhasil, miskin ide dan karya fenomenal yang bisa dijadikan rujukan ataupun panutan generasi selanjutnya, meskipun tidak semua pemuda Indonesia seperti itu.

Sejalan dengan itu semua, 28 Oktober sebagai peringatan Sumpah Pemuda terasa hambar. Delapan puluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mempertahankan Sumpah Pemuda.

Pemuda Indonesia hari ini hanya bisa berkacak pinggang dengan kasarnya, minim toleransi, cenderung brutal dan anti perbedaan, apalagi saat keinginannya tak terpenuhi. Padahal mahasiswa adalah agen perubahan dan agen pengontrol ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di segala lini kehidupan Indonesia. Tak ada yang patut digembar-gemborkan selain menghasilkan karya-karya cantik dan budaya asli bangsa sendiri. Biarlah badai krisis keuangan global menghantam negeri ini asal kita masih bisa berkarya.

Oleh Junaidi Abdillah
Mahasiswa UIN Malang
dakon21@rocketmail.com


Menunggu 'Sengatan' Sesungguhnya Film Laskar Pelangi

Monday, 13 October 2008 (HARIAN SURYA SURABAYA)

Melihat Laskar Pelangi bukan sekadar catatan kecil kegetiran dunia pendidikan anak bangsa yang terjadi di masa Orde Baru, dan pemerintah tiba-tiba harus latah karena novel ini berhasil menggugah, mengubah dan menjadi energi positif bagi banyak orang. Lebih dari itu, saatnya momentum kurikulum pendidikan nasional dibenahi.

Kemarin malam (10/10/08) saya, bersama tiga teman saya bersama-sama menuju studio satu di salah satu bioskop kota Malang untuk nonton bareng film Laskar Pelangi yang fenomenal, konon jalan ceritanya seperti novel aslinya. Pukul 20.00 WIB, pintu studio telah dibuka setelah puluhan penonton bergerombol di sekitar studio. Dari balita, kawula muda, dewasa pria-wanita, sekelompok keluarga kecil hingga lelaki sangar berotot pun siap melihat primere film ini.

Film dimulai. Awalnya para penonton cekikikan (Jawa: tertawa terbahak-bahak) dengan tingkah polah Laskar Pelangi. Namun ditengah-tengah adegan Pak Harfan meninggal dunia hingga saat Lintang berpamitan pada Bu Muslimah dan sahabat-sahabatnya untuk berhenti sekolah, mulailah adegan melankolis disamping kanan-kiriku. Diawali dari sapu tangan, tisu, sampai tangan telanjang sibuk menyeka air mata mayoritas para penonton yang hadir, termasuk pria sangar berotot di sampingku dan aku sendiri (sedikit) serta teman-temanku.

Sengatan pertama film ini pun dimulai, pertama, membludaknya penonton Indonesia yang penasaran dengan magnet film ini (1,2 juta penonton) dan sewaktu-waktu akan berubah statistiknya. Kedua, dunia perfilman Indonesia akan semakin menggeliat dengan sentuhan tangan dingin putra-putri bangsa yang tak kalah dengan film box office Hollywood, Bollywood, dan Hongkong yang selalu membanjiri pola pikir masyarakat Indonesia, perlahan-lahan konsumtif, kasar-keras, dan memuja-muja fatamorgana tampilan kekayaan semu film-film India. Ketiga, saatnya ranah pendidikan dan sastra Indonesia menemukan kembali jalannya untuk bangkit lewat turunnya kebijakan pemerintah yang akan mengalokasikan 20 persen APBN tahun 2009 untuk dunia pendidikan.

Sejalan dengan ruh UUD 1945 Bab XIII Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 31 ayat 1-5, dua di antaranya berbunyi: “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.” Artinya, saatnya pemerintah benar-benar mengamalkan UUD 45 di atas dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, melihat Laskar Pelangi bukan sekadar catatan kecil kegetiran dunia pendidikan anak bangsa yang terjadi di masa Orde Baru, dan pemerintah tiba-tiba harus latah karena novel ini berhasil menggugah, mengubah dan menjadi energi positif bagi banyak orang. Lebih dari itu, saatnya momentum kurikulum pendidikan nasional dibenahi.

Faktanya, meskipun konsep ESQ (emotional spiritual quation) telah diamini mayoritas pelaku dunia pendidikan, namun angka-angka dalam raport ataupun KHS yang bersumber dari seremonial siswa masuk di kelas, tugas-tugas makalah tanpa koreksi lebih
lanjut, dilarang kritis alias tidak boleh membuat pertanyaan yang menyulitkan guru yang minim membaca dan sering membolos itu tetap menjadi penekanan oleh sebagian para guru, dosen atau pengajar dalam membentuk kepribadian murid maupun mahasiswanya
hari ini.

Bukan akhlaq, nilai-nilai moral, agama yang ditekankan, sehingga seringkali kejujuran, sopan-santun menjadi barang langka dalam proses belajar mengajar dan hanya menjadi kurikulum pelengkap, dan seringakali kita dengar, nilai-nilai tinggi bisa gantikan oleh segepok uang untuk selembar ijazah atau gelar prestisius, lalu dimana cita-cita Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswanya harus dilanjutkan?.

Semoga sengatan-sengatan elegan selanjutnya dari Andrea Hirata-Andrea Hirata lainnya terus memberikan suntikan positif bagi seluruh pemegang kebijakan dan rakyat Indonesia di segala ranah pekerjaan rumah bangsa Indonesia, sekarang dan dimasa mendatang.

Oleh : Junaidi Abdillah
Fak Psikologi UIN Malang
dakon21@rocketmail.com

Saturday, November 22, 2008

GHAZAL-GHAZAL 1


Perempuan Van Java

Ningrat bukanlah segalanya

Tembok2 keraton bukanlah dinding keramat

yang tak bisa kau robek sekaligus


Jejerit putri bangsawan

hanya bisa menangis tergugu di puncak martabat

heran hamba…

Setelah merdeka, perempuan jawa,

tetap sibuk dengan gincunya


Persembahan untuk raden-raden angkuh

kisah yang berulang, usang seperti gamelan

lapuk seperti kayu-kayu Sultan Pakuwan

fajar di Merapi berkobar

2007 (j.a)


Hijrah

Allohumasholli ala Sayyidina Muhammad
Wa ala ali Sayyidina Muhammad
Alhamdulillah 1429 tahun sudah kita hijrah menembus padang pasir peradaban
Dari Makkah ila Madinah
Tebar asa lillah
Ampunilah hamba
tunjukkanlah hamba pada sirkuit cinta-MU
amin…

30 Dzulqo’dah 1428 H/31 Desember 07

Mendung Cinta

2 tahun engkau beri kesempatan hamba
Tuliskan isi bejana hati
Alirkan cintamu dengan hujan rahmat-Mu
Thanx Alloh
Maafkanlah mereka
Temanku bukan sahabatku
Matahari-MU pasti elok besok pagi
Pada-Mu MahaCinta

Ketikaku menjadi mahasiswa

Jamak muda-muda ngawur definisikan cinta
Terlena nafsu birahi cinta
Banyak golongan atas namakan tuhan lewat simbol-simbolnya
Gadaikan kerajaan tuhan demi kekuasaan
Sudah biasa manusia miskin iman daripada harta
Ramah tamah telah jadi barang langka
Biaya pendidikan mencekik jiwa

010108


Orang-orangan Cinta

Birahi adalah niatmu
Peluk dan cium doa2 pujimu
Nikmat syahwat jadi tujuanmu
Syaitan kiblatmu
Ibarat jamur dimusim semi
musnah seketika
saat dihancurkan matahari kebenaran
seenak udelmu kau definisikan cinta dengan begitu mudah-norax
seolah lainnya ngontrak di bumi Cinta
maafkanlah cinta

7 jan 08

Porong kota yag hilang

Bunga diatas lumpur itupun bergolak

Semburkan isi bumi yang muak melihat penjilat2 liar

dipusara Sidoarjo

porong teguk manisnya lepeh-sepahnya empedu hidup

terusir dinegeri sendiri beratap duka

matahari bakar jiwa2 merah arek2 siring yang berdebu, bau, bletok bercampur darah nenek-moyang mereka

ternyata kami teraniaya bangsa sendiri..

Maret 07


Sayap tanpa garuda atau garuda tanpa sayap?
Tersungkur karena pengadil-pengadil lapangan, tersulut emosimu atas ga’ jantannya Korea, termajinalkan, wajib di jurang kekalahan

Rabu Malam bulan juli 07

Merah putih harga mati! Ksatria Indonesia persembahkan kemenanganmu untuk menyeka air mata bunda pertiwi di Sidoarjo, Papua, Maluku, Aceh Dan Nusantara

Juli 07

Deru debu angin ingin merobek bengisnya jalan Gajayana
tak pernah sepi dari kepungan bising besi—besi tua aspal
asing dijalan sendiri
muak dengan sosok-tingkah polah mesin-mesin bobrok
tunggangan manusia
untung saja semilir oksigen hadirkan nafas kerinduanku pada empunya kubur
padahal besok atau kapan, nadir rongsokan

Ibu

Dengan atau tanpa 22 Desember hari ibu
Selalu dan selalu setiap detik nafasku adalah milikmu
Wahai ibuku dan ibu diseluruh jagad semesta

Wahai jiwa yang tak pernah kering samudra cintanya
Maafkanlah nafas kecil ini
yang takkan bisa membalas cintamu dalam seluruh masa
- 23122007-

My Palestina

Palestina, Medan cinta yang terlupakan
Palestina, surga kecil ditengah dunia
Palestina, tanah penuh cinta
Palestina, bumi saudaraku dirampas dijajah mereka
Palestina, tak seorangpun tersenyum lebar
Palestina, tak ada lagu cinta disenandungkan
Palestina, yang tertinggal hanya sejumput asa kemerdekaan
Palestina, nostalgia isro’mi’roj
Palestina, langkah-langkah kecil angkat senjata
Belepotan darah karena symbol Tuhan
Palestina, kenapa perang saudara?
My Palestina, maafkanlah Indonesia
My Palestina, burdah cinta saatnya dilantunkan
My Palestina, Let’s Freedom!

21122007

ODHA

1 Desember
Orang yang paling berani didunia
Adalah dia yang membara semangat hidupnya
Walau HIV-AIDS gerogoti tubuhmu
Tapi, kami bisa tertawa menangis bersama
Jangan jauhi kami manusia!
Karena kami juga manusia, meski tertunda

01122007


HIjrah

Dan kami pun hijrah...

Bermula hamba jejakkan kaki tuju rumahNya di ujung kebenaran

Lamat-lamat kepak sayap-sayap kelelawar terbang gaduh mencari mangsa

Dibarat surya bertabur jingga terlelap ditelan samudra

Sayup-sayup bende langit sentakkan makhluk bernyawa

Ajak mereka sejenak berjamaah menghadap kiblat cinta sesungguhnya

Maret 07


Ngabuburit Cinta


Katanya sih indah

Yakin pokoke

Katanya sih heroik kisahnya

Mungkin benar

Aneh sulapan jiwa terjawab

Nangis nyengir dipastikan abadi

Tua muda miskin kaya cakep ganteng cantik memang bukan pilihan

namun menentukan

Persahabatan digadaikan

Darah air mata kesetiaan pernah dan akan terus dipertaruhkan


*Maret 07



Rayap-rayap mengintip


Rayap-rayap gerogoti gedung sekolahku

Istana ilmu yang tergolek lemah bersimbah debu digerus zaman

Dulu presiden, dokter, insinyur, pedagang, perampok, koruptor pernah belajar bermain bercanda menangis disini

Picang benar dengan jasamu cerdaskan anak semua negeri

Tak ada rotan akar pun jadi

Tak ada gedung lapangan pun jadi

20% hanya impian Oemar Bakri


Gasek, 20 Mei 2007



Gelombang Cinta


Datang dan pergi dari-Nya

Peringatan nyata untuk masyarakat cinta

Fenomena apalagi ini

Tanda mata 19 mei disepanjang pantai cinta Indonesia

Angin cinta,, gelombang cinta atau barokah cinta

Cinta apa? Apakah Cinta?


Gasek, 19 Mei 07



Lover’s Rhapsody to Nabi

Ya Nabi Salam Alaika, sambut mesra atas lahirnya Sang permata jiwa-Nya

Ya Rasul Salam Alaika, sabda gembira Tuhan atas turunnya-

Maha karya terbaik-Nya

Ya Habib Salam Alaika, tatkala puji-pujian terlimpahcurahkan atas Musthofa Sang Pangeran Cinta

Sholawatulloh Alaika, Ia yang ditunggu2 syafaat telaga cintanya

Hari itu tatkala bara Zarathura

perlahan-lahan padam disemenanjung Persia

pertanda kan datangnya Putra Mahkota termulia surga yang pernah ada

Adalah Dia, Cinta diatas Cinta, serpihan cakrawala Sang pencipta-Nya

Musthafa yang terdiri dari mushaf-mushaf Cinta,

terkalam dalam ayat2 Cinta

Ya Robbana, mengapa Engkau pisahkan hamba dengan Dia yang begitu dahsyat Engkau cinta berabad-abad lamanya

Ya Illahana, apa lacur hamba yang mabuk Cinta ikhlasnya pada segenap melata, ternyata Engkau Mi’rojkan tiba-tiba

Ya Maulana, kembalikanlah segera penggembala Cinta-MU diantara umat manusia, agar mereka tahu nikmatnya bercinta dengan halwa2 cintanya

Ya Sayyidana, jangan Engkau culik Madzhab2 cintanya walau sekejap mata,

Tanpanya kubangan2 dosa kan terus dipelupuk duka

Takkan cukup pena-tinta 9 benua tuk bahasakan cinta hamba atas Quantum cintanya

Karena Dialah, khazanah safir2 savana’ semesta’ tercipta oleh asta2 Sang penCinta

Dia yang mula2 nyalakan pelita diantara gulita-sukma bangsa Arabiya

Tatkala jaring-jaring durjana tebarkan gulma2 antiCinta diantara mereka

Rindu kami padamu Ya Nabi, rindu tiada terperi

Kiranya pelepah kurmapun bersaksi atas Sang Hadi yang dinanti2

Baginda hati yang bermeditasi diantara Galaksi tersembunyi Illahi

Terbang tinggi bersama sayap2 Djibril tembus bahari ruhani

Bawakan sabda2 Suci Qur’ani, kabari diri untuk sujud 5 dimensi pada Robbani

Akan halnya Imperium Cinta tak akan ada, tanpa dinar2 istighfar

Dinding2nya terbuat dari samsara cinta ahmar

Mahkotanya tersusun atas lafadzh2 syuhada’ Badar

Dialah Muhammad, Khalifah para jendral dan kaisar

Salam kami padamu Ya Rasul, ribuan salam2 tawassul

Demi masa dan Tuhan-Nya, Cintailah-cinta semurni Nabi & Rasul-Nya

Februari 06





PANGERAN CINTA…


Seperti terhenti sejenak dunia beserta denyut nadi iblis dengar nama termulia itu didesahkan berulangkali

Dan Djibril pun tersenyum indah sekali saat itu juga

Abu Nuwwas pun pernah berkata: aku heran kepada iblis karena ketakaburan dan jeleknya niat yang ada dalam hatinya. Dia sombong untuk sujud sekali saja kepada Adam. Akhirnya, dia jadi mucikari bagi keturunannya [Adam].

Bulan purnama itu berasma Muhammad bin Abdulloh, karena Dialah semesta beraromakan Cinta-Nya.

Bermilyar manusia bersenandung atasmu, berteduh dibawah payung syafaatmu, berlindung di balik punggung sucimu demi lumat mesra cintamu Ya Rasululloh…

Akankah kita kan bertemu Sang Pangeran Cinta di telaga itu?

Bersamanya baca burdah-burdah cinta atas Ahmad di permadani Arsy

Menari-nari larut dalam ektase Cinta rumit Illahi

Mabuk dengan ayat-ayat nan cantik itu

Kan kupenuhi cangkir-cangkir fuadku dengan ghazal-ghazal Sholawat untuk kekasih abadi-Nya ini

Pohon Ma’rifat yang tak akan pernah gersang cabang-cabangnya, layu dedaunannya, dimana buahnya kan selalu ditunggu-tunggu ranumnya

Demi Nurmu Yang Murni Muhammad

Izinkahlah umatmu bersyahadat

Tiada Tuhan Selain Engkau Ya Alloh

Dan tiada utusan terbaik melainkan engkau Ya Nabialloh


Raja tanpa mahkota, pangeran tanpa singgasana dengan cinta sesungguhnya dari Tuhan-Nya


31 Maret 2007 [12 Robi’ul Awwal 1428 H]



Lazuardi

Lazuardi hamba terbang bersama sayap2 malam jenguk pagi diantara kerumunan pemain poker

Otak kotor berlimpah dosa,…”Sok TAU”

Namun hamba ingin suluk CINTAMU cahayai poros jiwa ragu ini

Sirami kembali halaman najis fuadku

Hingga suci akhir adalah awal…???

21 JUNI 2007

Ngalam, 590-Dinihari

SUDUT PANDANG


Mbah Hasyim, Bung Tomo, dan Amrozi Cs

Orasi Bung Karno yang paling terkenal: “Jas Merah (Jangan Sampai Melupakan Sejarah).” Ba’da (Arab: Setelah) turunnya fatwa “Resolusi Jihad” Oktober 1945-nya Mbah Hasyim Asy’ari bahwa rakyat Surabaya dan sekitarnya, wajib hukumnya untuk jihad melawan tentara sekutu pimpinan Inggris yang membonceng tentara KNIL-Belanda yang mendarat di Surabaya. Maka ribuan arek-arek (Jawa: Pemuda-pemudi) dengan sukarela mendaftarkan dirinya di medan pertempuran yang heroik tersebut.
Sejenak kita menengok kebelakang, bagaimana peran tokoh-tokoh sentral yang seolah-olah tak pernah tersentuh oleh pena dan tinta sejarah 10 November 1945, layaknya Hadrat asy-Syekh KH. Hasyim As’ary dari Tebuireng Jombang yang selalu menjadi rujukan utama Bung Tomo di setiap keputusan dan kebijakannya dalam mengawal proklamasi kemerdekaan 1945 dan peristiwa perlawanan arek-arek Surabaya, para santri, dan seluruh masyarakat Jawa Timur saat pertempuran di Surabaya.
Isi Pidato Bung Tomo (Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI) yang membakar patriotisme arek-arek Surabaya tidak begitu saja lahir, itu merupakan proses ta’dzim (Arab: Hormat) seorang murid kepada gurunya, dimana Mbah Hasyim sebagai Maha Guru spiritual sekaligus aktor utama (Ulama’) mumpuni yang memiliki kearifan lintas zaman menyuntikkan spirit jihad kepada Bung Tomo sebagai Umara’(Arab: Pemimpin) yang selalu berusaha menjaga stabilitas keamanan wilayah Jawa Timur, beliau langsung tergugah jiwanya melalui restu gurunya untuk segera mungkin mengusir tentara sekutu pimpinan W.S. Malaby.Hasilnya, heroisme yang tampak adalah terbunuhnya Jendral Malaby di jembatan merah dan ribuan pencari surga (pejuang) wafat di Surabaya. Padahal, hanya sepotong bambu runcing dan nasionalisme (cinta tanah air sebagian dari iman/hadis) yang membumbung tinggi menjadi pemicunya.Anehnya, sejarah hanya mengungkap parsial peristiwa monumental ini. Kontribusi Mbah Hasyim dan penyematan tanda jasa untuk Bung Tomo hanya bisa kita dengar dari mulut ke mulut ataupun media massa dan pengakuan pemerintah baru-baru ini, setelah didesak terus-menerus. Bukannya gila tanda jasa, namun veteran 10 November 45’ tentunya sangat menantikan detik-detik tersebut. Romantisme Ulama dan Umara’ begitu mesra dan terjalin dengan khidmat saat itu, sehingga rakyat Jatim otomatis terketuk hatinya tatkala lima Resolusi Jihad digulirkan, dua diantaranya; pertama, Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945, harus dipertahankan. Kedua, Kewajiban jihad merupakan keharusan bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilometer dan bertanggung jawab untuk mendukung saudara-saudara muslim mereka yang tengah berjuang dalam radius tersebut.
Artinya Bung Tomo dan rakyat Jatim pun tahu bagaimana meletakkan makna jihad fisik yang sebenar-benarnya saat itu, disamping tafsir jihad yang lebih agung lainnya (mengendalikan hawa nafsu). Mbah Hasyim juga sosok yang cooperative saat pemerintah Belanda memaksakan sistem pendidikan model Barat yang sangat bertentangan dengan Pesantren, hingga lahirlah Madrasah. Atau saat pertamakali beliau hijrah ke Tebuireng yang saat itu dikenal sebagai sarang kemaksiatan dan kejahatan di pinggiran Jombang, beliau tetap memberikan nasihat (wa’zh) dan bimbingan (irsyad) simpatik pada masyarakat sesuai tuntunan Rasululloh, daripada revolusi dengan kekerasan.
Jawa Timur merupakan propinsi yang dihuni oleh penduduk blak-blakan (Jawa: Terbuka) di setiap tindak-tanduknya, itu pula yang menjadikan figur Ulama’ dan Umara’ yang memimpin wilayah ujung timur Jawa ini harus tegas, kharismatik, berwibawa dan telah teruji keilmuannya. Buktinya, basis kaum bersarung (santri) dan pesantren adalah Jawa Timur, dimana figur-figur ulama’ karbitan tak dibutuhkan.
63 tahun telah berlalu, kepahlawanan arek-arek Surabaya telah banyak menginspirasi pemuda Indonesia lainnya, untuk selalu mengobarkan semangat perjuangan. Hari ini, semangat itu telah bermetamorfosis menjadi energi positif yang mayoritas dimiliki oleh rakyat Indonesia. Meskipun seabreg (Jawa: Setumpuk) PR bersama terus membayangi, layaknya lumpur lapindo Porong, kemiskinan di Mataraman-Madura-Tapal Kuda, penggusuran PKL, Pendidikan gratis, dan kesejahteraan buruh serta gaji guru ngaji harus segera direalisasikan.
Mbah Hayim dan Bung Tomo baru akan terus lahir, tentunya bukan laki-laki bersorban (Amrozi Cs) yang mengatasnamakan Islam, kemudian mengebom saudara sebangsa dan setanah airnya dengan motif agama yang detik ini telah dieksekusi mati. Wa’allhu A’lam Bisshowab.

Junaidi Abdillah

Wednesday, November 19, 2008

PSIKOLOGI LIRIK


The Hidden of Laskar Cinta Lyiric

Music & Lyrics by :Ahmad Dhani



Wahai jiwa-jiwa yang tenang, berhati-hatilah dirimu Kepada hati-hati yang penuh dengan kebencian yang dalam Karena sesungguhnya iblis ada dan bersemayam Di hati yang penuh dengan benci, di hati yang penuh dengan prasangka # Laskar Cinta sebarkanlah benih-benih cinta Musnahkanlah virus-virus benci Virus yang bisa rusakkan jiwa dan busukkan hati Laskar cinta ajarkanlah ilmu tentang cinta Karena Cinta adalah hakikat dan jalan yang terang bagi semua umat manusia Jika kebencian meracunimu kepada manusia lainnya Maka sesungguhnya iblis sudah berkuasa atas dirimu Maka jangan pernah berharap Aku (Alloh SWT) akan mengasihi menyayangi Manusia-manusia yang penuh benci seperti kamu *Wahai jiwa-jiwa yang tenang jangan sekali-kali kamu Mencoba jadi Tuhan dengan mengadili dan menghakimi Bahwasannya kamu memang tak punya daya dan upaya Serta kekuatan untuk menentukan kebenaran yang sejati Bukankah kita memang tercipta laki-laki dan wanita Dan menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa yang pastinya berbeda Bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati Bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata

Memang kepiawaian Dhani dalam menciptakan sebuah bait-bait lagu sudah tidak diragukan lagi. DEWA19 yang berdiri sejak 1992 silam dengan new formation edisi ke-VII ini dimotori oleh Dhani Ahmad (vocal-keyboard), Elfonda Mekel (vocal), Wiztyo Nugros (Drum), Andra Ramadhan (guitar), Yuke (Bass) sebagai personil baru terakhir, selalu bisa memberikan warna dan rasa baru bagi blantika musik Indonesia khususnya. Dan pada awal Januari 2006 lalu, mereka bertekad bulat untuk Go International!, dari Aquarius-Indonesia ke EMI label Malaysia, demi kelanjutan tangga karirnya.

Lirik lagu diatas sebenarnya mendeskripsikan berbagai macam persoalan kompleks yang sedang dihadapi oleh bangsa ini. Dimana satu sama lain saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab atas segala probelamatika yang menghadang. Krisis multi dimensi yang membara hampir di segala lini kehidupan, semakin memperburuk keadaan dan menjurus pada disintegrasi negara. Apalagi pemerintahan baru yang di gadang-gadang sebagai The Savior sekaligus wakil-wakil terpercaya pilihan rakyat, ternyata malah menjelma menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi masyarakat majemuknya yang sekarat. Sehingga banyak disana-sini bermunculan individu/kelompok “calon pahlawan baru” yang mengklaim dirinya pihak paling benar dan suci, yang mencoba menjadi tuhan-tuhan debutan, berdasarkan penafsiran dan prespektifnya masing-masing, tanpa mencoba untuk muhasabah atau merefleksi dirinya terlebih dahulu atas semua carut-marut dan terjangan badai yang mendera republik tercinta ini. Demi meraih misi eksplisit-implisit mereka, kadangkala suatu kelompok/individu rela menghalalkan segala cara, di tengah-tengah keruhnya persoalan yang ada, entah kemana perginya nasionalisme dan patriotisme anak bangsa. Lebih ekstrim lagi, ada golongan tertentu yang berani menghancurkan dan mengkafirkan saudara sebangsa dan seimannya, dikarenakan berbeda dengan dirinya. Diperparah lagi agama yang hadir untuk kemaslahatan umat manusia, malah beralih fungsi menjadi sarana politik individu atau kelompok-kelompok tertentu yang belum sempat menikmati indahnya kekuasaan, atau mereka yang ingin melanggengkan status-quonya. Akhirnya dimana-mana amuk masa tak terkendali oleh rakyat sendiri, saling mengadili dan menghakimi menjadi menu sehari-hari, sikut sana-sini, yang terkuat yang berkuasa, layaknya hukum rimba saja. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika seperti angan-angan pujangga belaka.

Sebenarnya kalau kita lebih jeli lagi, semua permasalahan yang timbul itu berasal dari rasa kebencian yang diletup-letupkan oleh musuh terbesar seluruh umat manusia yakni;"Laknatulloh iblis dan syaitan". Dialah yang menghembus-hembuskan kebencian mendalam, kedalam sanubari manusia, agar kita selalu bertikai dan berperang satu sama lain untuk dijadikan patner-nya dihari pembalasan nanti. Seperti yang dikisahkan dalam Q.S Al-Hijr(15):26-44, bahwa yang namanya iblis adalah makhluk Alloh yang tercipta dari api sebelum Adam as. Dan dia diusir Tuhannya dari surga, disebabkan kesombongannya semata. Seperti yang tercantum dalam Q.S Al-kahfi (18):50, “Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ’Sujudlah kamu kepada Adam as’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia berasal dari golongan Jin, ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?. Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti Alloh SWT bagi orang-orang yang dholim.

Disinilah kapasitas dan kualitas DEWA19 sebagai band profesional dipertaruhkan. Dengan larik-lirik khasnya mereka berusaha untuk ambil bagian dalam merubah paradigma bangsanya yang sedang semrawut, terkoyak-koyak & terkotak-kotak. Melalui syair-syair cintanya, mereka melemparkan suatu wacana cerdas dalam berkarya“seni-musik”, yang itu bermodalkan pemaksimalan intuisi hati untuk memotret fenomena aktual yang sedang terjadi. Seperti yang tertuang pada lirik laskar cinta ini, spesialnya kepada fans fanatiknya yakni, Baladewa/Laskar Cinta agar sesegera mungkin menyebarkan ilmu-ilmu tentang Cinta Universal ke seluruh penjuru penghuni dunia. Karena Cinta pada-Nya adalah inti dan manifesti tertinggi atas penciptaan manusia di semesta, sekaligus obat terdahsyat untuk segala epidemi yang melanda & Cinta merupakan pelita terbaik yang pernah ada untuk umat manusia. Al-Qur’anpun berbicara dalam surat Al-Imran(3):31-32, “Katakanlah, ‘jika kamu benar-benar mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi & mengampuni dosa-dosamu.’Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘taatilah Alloh dan Rasul-Nya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang kafir.’” Adalah Rabi’ah Al-adawiyah, sang sufi wanita agung yang begitu mabuk cinta-Nya, seperti dalam syair-syair kerinduannya, dibawah ini.

“Aku mencintai-Mu dengan dua cinta, cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu. Cinta karena diriku mencintai-Mu, maka aku senantiasa mengingat-Mu, cinta karena diri-Mu karena aku patut Engkau cintai dan telah Engkau singkapkan tabir, sehingga aku dapat menatap-Mu. Pujian bukanlah hakku, hanya Engkaulah yang pantas mendapatkan pujian. Dalam hatiku, kujadikan Engkau juru bicaraku, kuserahkan tubuhku pada orang yang menemaniku, tubuhku ini menjadi kawan sahabatku, sementara Buah-hatiku (Alloh) dalam hatiku menemani diriku.”

Dengan mendengar lirik lagu ini, kita sebenarnya diajak untuk kembali kepada Al-Quran-Hadis, mukjizat dan pusaka Rasul tercinta, seperti yang tertulis di dalam bait awal-akhir lagu. Tercantum di dalam Surat Al-Fajr(89):27-30:”Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhoi-Nya, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku”. Intinya surat ini mengemukakan contoh umat yang ditimpa adzab sebab durhaka pada Tuhannya dan beberapa sifat-sifat manusia yang tercela, sekaligus menegaskan kemuliaan yang diberikan Alloh SWT kepada manusia-manusia yang berhati tenang, Siapakah (manusia) jiwa-jiwa yang tenang [an-nafs al-muthmainnah] itu, istilah populer dikalangan para sufi?.Yaitu, manusia yang segera ingat akan main point penciptaannya dan pencipta-Nya, lawannya adalah an-nafs al-lawwamah (jiwa-jiwa yang terperosok dalam bujuk-rayu setan/tersesat dalam jurang yang curam/masuk ke kuldesak muslihat iblis dan keluar dari jalur Cinta murni-abadi Tuhan yang telah menciptakannya dulu).

Dalam Al-quran disebutkan kata ”jiwa” kurang lebih ada 377 dengan makna yang beragam dan ayat diatas sangat sesuai dengan apa yang tertera pada bait mukaddimah Laskar Cinta diatas. Bukan berarti kami berusaha memaksa untuk mengkait-kaitkan/mengada-ada/mengkodifikasikan atas ayat-ayat alqur’an atau hadis yang ada, namun setidaknya dari kaca mata kami banyak sekali dari lirik-lirik ciptaan Dewa 19 yang bernafaskan Cinta Al Qur’an pada album-album sebelumnya hingga album terakhir mereka. Dan ini merupakan data-fakta kecil yang ditemukan,seperti pada Q.S Jin(72):4-5 menerangkan, "Dan sesungguhnya yang picik dari kami{iblis}selalu mengatakan terhadap Alloh SWT, perkataan yang melampaui batas, dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan terhadap Alloh SWT suatu kebohongan". Oleh karena itu, sebaik-baik apapun niat iblis, pasti ada tipu daya (licik) dibaliknya, guna menyesatkan musuh-musuhnya yang beriman, yaitu anak cucu Adam as dan ibunda Hawa tercinta yang begitu setia temaninya.

Dan dalam Q.S Al-Hujurrat(49):12-13 Alloh SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu terlalu berprasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah satu diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Alloh SWT. Sesungguhnya Alloh Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang”. ”Hai manusia, sesungguhnya Kami [Alloh] menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa, bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”Dan termaktub dalam Q.S Ar-Rum(30):21-22,”dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung/cinta dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang’cinta’. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.”Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Ia telah ciptakan langit-bumi dan bermacam-macam bahasa serta warna bagi kulitmu (manusia). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”.

Tersirat sekali bahwasanya Al Qur’an telah mengatur bagaimana prinsip dasar hubungan antar manusia dan alam dengan sebaik-baiknya dan telah ditegaskan hamba terbaik Alloh adalah mereka yang paling tinggi kadar ketaqwaannya. Dan tidak ada satupun perintah langit yang menganjurkan untuk memberangus bahkan menindas individu/kaum yang lebih lemah oleh mereka yang berkuasa, namun dengan Cinta-lah yang berasal dari 2 jenis manusia {pria-wanita} yang berlainan jenis, bahasa, warna kulit, benua dan lainnya, akan ciptakan ledakan hebat pelangi peradaban.

Dari Ja’far bin Muhammad RA, Rasulullah saw bersabda: ”Tak seorang mukminpun, kecuali dalam kalbunya terdapat 2 telinga, satu telinga dibisiki malaikat dan telinga lainnya dibisiki setan. Dan Alloh SWT membentengi orang beriman dengan bisikan malaikat. Dan dari Abu Hurairah: ”Hindarilah prasangka sebab prasangka adalah pembicaraan paling dusta”. [Bukhari, Muslim, Turmudzi, Malik dan Ahmad bin Hanbal]. Dan Q.S Yunus(10):36, “dan kebanyakan dari mereka tidak mengikuti, kecuali prasangka saja. Sesungguhnya prasangka itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. Sesuatu yang diperoleh dengan prasangka sama sekali tidak bisa menggantikan sesuatu yang diperoleh dengan keyakinan”.

Sebagai band rock-alternatif yang mengusung alur dinamis sejati/in-konsisten. Menurut Ahmad Dhani, DEWA19 kali ini punya ambisi pribadi, khususnya di wilayah seni alat musik. Mereka ingin merubah persepsi masyarakat luas bahwa, rebana cs (alat musik padang pasir) itu bebas nilai, tidak hanya identik dengan peradaban Islam/Arab. Sehingga mereka-mereka yang alergi pada perbedaan [agama”Islam”, suku, ras dan golongan], bisa menerima ke-pelangi-an manusia. Realitanya alat musik tersebut sudah ada jauh sebelum Islam datang. Ending-nya dengan arransemen cantik yang bernilai citra seni tinggi yang didukung oleh seluruh kejeniusan personilnya. Maka terlahirlah dari tangan-tangan mereka sebuah harmonisasi not dan nada-nada alat musik modern-arab generasi baru yang berbentuk ’beautiful song-easy listening’ serta tak monoton, layaknya band-band baru Indonesia sejenis yang hanya menawarkan Cinta-cinta kosong-hampa tak bernyawa. Terlepas dari style kehidupan personil DEWA19 sendiri, didalam maupun luar panggung atau kontoversi yang mengiringi perjalanan karir mereka pribadi.

Sebenarnya yang ingin kami sampaikan bahwa kecermatan dan kecerdasan kita dalam memilih, mendengar dan menafsirkan suatu bait, syair dan lagu itu mutlak dibutuhkan. Supaya kita tidak hanya menjadi penikmat seni & pendengar setia saja, tanpa pernah menelaah apa isi-manfaat-efek karya seni itu sendiri. Karena sebenarnya kita bisa menjadi konsumen-aktif yang dapat belajar banyak hal/pengalaman, sekaligus menangkap dan menggambil hikmah atas isyarat yang diapresiasikan pelaku seni pada pengagum, penikmat maupun pengkritiknya.

Album yang bertajukkan"Republik Cinta"ini, merupakan album ke-8 dari DEWA19 yang menawarkan keanekaan warna musik etnik-modern. Sekaligus pentahbisan diri mereka sebagai band besar yang telah matang dan malang-melintang dijagad musik nasional & internasional selama 14 tahunan. Laskar Cinta dipilih sebagai lagu andalan karena racikan indah musiknya yang berisi syair-syair dakwah lintas generasi, agama, ras, suku-bangsa dan golongan di dunia/Indonesia yang bhinneka. Selain itu temanya sangat pas dengan kondisi terakhir bangsa ini, dimana cinta pada-Nya bagaikan sekuntum melati dipadang pasir.

Dengan misi tunggalnya, mereka berupaya agar kita semua tidak larut dalam virus-virus permusuhan, apalagi sampai terjerumus ke dalam kancah peperangan yang selalu membawa korban manusia dan alam yang tak berdosa. Karena sarwa diciptakan untuk saling mengenal, mencintai dan menghormati satu-sama lain, bukan untuk saling menguasai, melukai dan melampiaskan ego amarah/kebencian/dendam kesumat yang menjadi-jadi pada saudara-saudari sendiri.

Alangkah indah-nikmatnya emosi sesat-sesaat yang menyesatkan pikiran, jiwa dan raga ini kita alih-ditotalkan untuk berpikir jernih atas berjuta-juta khazanah kebenaran sejati (Alloh SWT). Yakni bagi jiwa yang mengetahui apa yang mereka kerjakan, layaknya dalam Q.S AZ-Zumar39:70,”Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa suatu balasan apa yang telah dikerjakannya dan Dia (Alloh) lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan”. Dan “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. (Karena) kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” Peace, Love, Unity & Respect Indonesia !!!.

Waallohu A’lam Bisshawab

030506[Ngalam] By:Djibril Ahmad

GHAZAL-GHAZAL


GHAZAL-GHAZAL
“Ghazal for Bon2”

Maha syukur terpatri dalam pada Pencipta perikehidupan
19 tahun semirana coba tegakkan sfera-sfera cinta jasad jiwa ini pada-Mu
Di bawah ringkih tubuh mungilku yang terbalut noktah-noktah kecil bisu
Hampa harapan nantikan nyanyian semesta, hadirkan diwani padang mahsyar

Tetapi ku yakin tuk persembahkan dian-dian pelangi yang tak pernah padam
Sebagai larashati yang terlahir untuk pangeran kebenaran sejati
Diantara dahaga para manusia metropolitan akan siluet cahaya langit
Misi abadi suci yang terhimpit tuanya bumi

Tak akan lekang oleh ruang waktu sandiakala fajar senja
Di saat usia terus mengalir di penghujung hilir
Nantikan tuan Izroil As turun dari celah atom arsy
Dimana dunia terus memanggil tanpa jejak berarti kita

Jaib taubat para hamba sahaya terangguk lebar
Tanda bahwasannya tirani Robbi bukan kicauan burung gereja
Camkan dan renungkanlah janji teks suci diatas sabda Sang nabi
Atau kau terima hujaman batu-batu neraka ke dunia bagi si lalim-lalai
Sebelum belatung-belatung berpesta pora atas bangkai ini
26 Januari 2006( 17.30 WIB)


Kasidah Tanah Rencong
Merona merah telingaku dengar jerit tangis saudaraku diAceh dan Nias
Nuansa biru lingkupi palung hati Teuku Faras
Pandanglah! sudut hitam matanya, gambarkan kiamat sughro yang kecil
Syahdan, tak sebanding azab durhaka kaum Nuh As

Puing-puing harapan pun hancur dalam fananya jagad
Tak terpotret cantik, seindah hamparan permadani raja Fahd
Alangkah nestapanya para pujangga yang kabarkan kau nan elok layaknya serambi mekkah

Dejavumu yang dibangun atas nama syariat langit
Bertangga dan terjal untuk ditegakkan
Tunggu dengan khidmat sayap-sayap Djibril sang jendral prajurit
Bukan keniscayaan, namun tantangan zaman

Tatkala Baiturrahman saksikan samudra gemuruhkan tasbih
Luluh-lantakkan keangkuhan istana para sultan
Lhoksumawe, Meulaboh, danau Toba menunduk pasrah…terbalut kain hitam
Kemudian mereka berkata lirih,”sarwa memang butuh revolusi iman”

26 Desember 2005


“MAHA GURU”

Andai waktu bisa kembali
Kan ku tebus kebodohanku dimasa itu dengan 7 lautan amal
Demi masa yang terus bergerak mengalir
Maafkan hamba yang sarat kealpaan ini

Hati mana yang takkan runtuh tersentuh
Manakala ia temukan mutiara ilmu yang berjalan, mutu manikam bertahtakan (Al-Adzkar & Al-Hikam) kebenaran
Dan jantung siapa?yang tak berhenti berdegup, ketika bisikan-bisikan iblis lenyap musnah oleh kunyahan sabda-sabda firman suci Qur’ani

Teluk jiwaku hanya bisa mengaum, senafas dengan bintang kejora pilihan yang jatuh diberanda sanubari keruhku
Ku tak mampu berucap lagi, menunduk bungkuk dihadapan kekasih Rabbani
Pun coba sajikan syair-syair segar cinta tuk agungkan”the Yahwe”
Ungkap dengan puspita kilauan selimut dunia yang sementara saja

Oh…bagaimana caranya ku persembahkan cawan-cawan anggur mauidhohmu, Ya Salammun Ala maha guruku!
Seiring dengan tunas-tunas dajjal himpit ringkih kalbu ini diantara 2 kutub Haq&bathil
Dimana topeng-topeng manusia dan syaitan tak bias dibedakan
Raja dan rakyat berkhianat akan dimensi akhirat
Bawa nama tuhan tuk dapatkan nikmat teater semesta

Terpuruk nian petuah-petuahmu dulu
Laiknya abu pembakaran jenazah yang larut disungai filsafat
Tak berbekas dibawah sorot tajam kemunafikan
Sulut para santri berkedok priyayi suci berdasi atau darwis-darwis ala tanah Jawa
Genggam erat kitab kuning baca, maknai dan amalkan sarinya

Wahai jiwa-jiwa pemberontak! kau memang pantas terpidana
Si pembangkang-angkuh-pendusta
Yang pantas terpojok disudut lorong sahdu nadhom-nadhommu
Terhujami panah kalam Illahi yang rindukan taubatan nasuhah
Dari santri lalai-pendosa kepada maha guruku

Akhir Dzulqo’dah 1426
By: Abdillah for (Almagfurlah.KH.Yusuf Muhammad dan KH.Abdul Djalil)



#Menara Suci#

Dibangun dengan semangat peradaban 7 abad silam
Kupandangi engkau tegak menjulang keatas tantang langit akhir zaman
Berdiri diatas cacat kakimu yang membatu
Yang tampak hanya dingin parasmu dan keangkuhan nalurimu

Bukan prasasti yang kami pinta
Ataupun tour luar-negerimu, wahai penguasa republik mahasiswa !
Akan halnya sekuntum asa masa depan, torehkan wangi kembang kenangan
Betapa rindu kami dipeluk-cium seperti binar nirwana atas marcapada
Ambil kembali menara sucimu!!!

Desember Kelabu 2005


A Romance of Bali

A small garden of heaven creation in your island
Almost people love you, I’m really sure…
Kuta, Sanur, Sangeh, Tanah Lot and another made you beautifully
God bless you Bali, but you never die in our bottom

19.45 pm, the blast make ni Ketut cry again
I don’t know, what they want?
Indonesia forbidden sad, because “sang saka merah-putih”always in front of you baby!!!
And the world say kiss love you…

In this time, not became you like the Loser
Although, whenever-wherever a blood in your imagination
You must be the lord of Bali nirwana forever or never again
The Balines certain is waiting your smile for this Galaxion

One soul, one feel, one hearth and one blood
For peace, love unity and respect (Indonesia)Sl@nk

Oktober 2005


Yang Lain Ngontrak!!!

Kau betangkan lafadzh tahlil dengan sangar
Hancurkan puluhan Bar, demi amar ma’ruf nahi munkar
Muslim profesional tuk tegakkan syariat khilafah Islam, yang lain ngontrak!
Pakaiannya sarung, hobinya ngopi diwarung dan saudara ditarung
Ahlussunnah Waljamaah julukannya, doa qunut gacoannya
Bumi lambing kebesarannya, hijau warna sunnah favoritnya, yang lain ngontrak!
Rasululloh SAW katanya panutan jempolannya, eksekutif kota anggotanya
Penyelamat aqidahlah, pemurni ajaran nabilah tapi entahlah???
Biru keren kesukaannya, Matahari simbolnya, bid’ah dijauhinya dan yang lain ngontrak!

Lalu kalau yang lain ngontrak!
Kemana langit kita junjung, bumi untuk dipijak
Bagi pelacur yang terinjak pun disana si yatim yang berteriak
Demi sebuah pengakuan, bukannya pengkhianatan yang marak

Mereka pikir firqoh kaumnya yang paling berkuasa?
Rajai surga dunia dan lepas dari kuasa dosa
Dalil-dalil suci Tuhan ia tegukkan pada makhluk miskin jiwa-raga
Demi reguk debu fatamorgana untuk buncahan isi perutnya, meski tak semua!
Alangkah malangnya dirimu tuan pengontrak!
Dipinggirkan, dianiaya simbol dunia atas nama agama
Kenaifan yang dikontrakkan…
Waallohu A’lam Bisshowab
Oktober 2005

Senyum-Mu Ramadhan

Mata masih terpejam tak berdaya, tak percaya Ramadhan telah tiba
kemarin halusinasi semata sekarang realita Surga dan Neraka
Senyum-tatapan matanya tembus tak terhingga relung artefak kalbu
Terlukis mumtaz bagai tangan dan kaki serdadu cinta arsy yang biru

Santun kuingat indah kudapat, semilyar siluet maha cintaMU Ya Rabbani
Menghunus kedalam daging kecil makhluk dari saripati tanah yang tak abadi
Nantikan pangeran malam diatas peraduan, bulan di raja bulan
Dengan asa sebulat surya impikan genggam manis-madunya {Lailatul Qodhar} peradaban
Tolonglah Tuhan …hamba rebah-sujud padaMu selamanya
Namun jangan Engkau rebut Sang Ramadhan dari pangkuan kami yang papa
Yang tak pernah sedetikpun terlepas dari bunda, layaknya bayi suci surgawi
Kecuali Engkau panjangkan nafas-nafas ini tuk rengkuhnya (bulan seribu bulan) tahun nanti

Oktober 2005


Jiwa Tanpa Jiwa

Sepotong daging telah Engkau sematkan ke jantung hatiku
Iri, dengki, cinta, nafsu bercampur menyatu
Nan indah jika tanpa terali syar’i
Nafsu binatang yang kau tiru-puja
Layaknya generasi tak berakal saja
Lalu kemana perginya ajaran akhlaq Illahi Muhammad Rasulli?
-10-2005


Risalah Indonesia 05*

Zamrud katulistiwa masehi rekamnya dalam jiwa dan rasio nusantara
Saat tabir sandiwara dibuka, temakan “Pangeran Indonesia”
Tegak namun tertatih langkahnya lintasi Desember-Januari
Padahal Ideologi, Sikap dan Otak bangsanya tervirusi angkara murki

Bangsat-bangsat bertopeng anak bangsa rajai hukum rimba
Ganyang rakyat sendiri, Tuhankan harta, tahta dan wanita
Demokrasi semu yang tak terdeteksi
Acuhkan amarah alam,teguran Illahi

Tak terhingga episode melankolis wajah negeri
Keadilan hukum yang tercoreng, ambigu jihad, derita Yahukimo/tangis lereng gunung Sitoli, entah apalagi!!!
Atas nama Tuhan mereka berkhotbah, atas nama agama mereka berkopyah
Naïf sungguh naïf, kemana saja engkau putra(i)Ibu pertiwi?!jangan bilang “terserah”

Tampuk singgasana Indonesia ini ada didada kita, duhai para perwira!!!
Robek, hancurkan berhala-berhala itu, symbol nista puing-puing dunia
Teguhkan jasadmu tuk larut dalam istiqomahnya aura Soekarno-Hatta
Sekali lagi bukan berpangku manja, nantikan sangkakala Isrofil As/burung Ababyl dari neraka

PadaMu ku sejajarkan kening dan lutut ini dibawah auratku
Beralaskan bumi yang rapuh beratapkan rumbai langit yang bermazdhabkan rindu biru
Citakan kedamaian Arsy dari anak negeri untuk nusa yang sedang pilu
Impikan pesona cinta sekuntum melati putih di padang pasir kebenaran

31 Desember 2005
05.30 WIB


Cinta adalah…

“Bukan tingginya tingkat kecerdasan, daya cipta pun ke2nya yang menciptakan seseorang menjadi jenius, tetapi cinta, cinta dan cintalah yang melahirkan orang berjiwa jenius dan luar biasa”.{Prelude}
“Aku lebih bahagia bila aku mempunyai sesuatu untukku gubah karena itulah kegemaranku dan hasratku satu-satunya”.(Wolfgang Amedus Mozart)
M.Ibnu Daud Az Dzahiri, Cinta: ”cermin bagi seseorang untuk tahu watak dan kelemah-lembutan dirinya dalam citra kekasihnya”.
“Tatkala kudengar musik, tak ada bahaya yang kutakutkan, bagiku tak ada bencana dan musuh. Aku bagian dari masa lalu juga masa mendatang”.[Henry Davia Thoreau]
“kerinduan yang tak berujung dan terus meletup-letup serta kegilaan tak berkesudahan”.[Muhyiddin Al Anby]
“Anak-anak dapat belajar hampir apa saja apabila mereka menarikan, mengecap, menyentuh, mendengar, melihat dan meraba informasi yang diperolehnya”.{Jean Houston, Educating The Possible Human}
Kurang lebih ada 40 ayat Al Qur’an bahasakan “Cint@”,termasuk didalamnya:
*Q.S Maryam (19):96
*Q.S Thoha (20):39
*Q.S At Taubah (9):24
*Q.S Ar Rum (30):21

Eko Harianto dalam(Psikologi Cinta Sejati) Cinta: ”pendidikan Illahi tentang emosi dan perasaan.”
“Tali keimanan yang terkuat adalah ketika engkau mencintai karena Alloh SWT dan membenci juga karena Maha dahsyat Cinta-NYA (Alloh SWT) semata”.[H.R Thabrani]
Khalifah Ali K.W:”Cintailah kekasih anda sekedarnya saja, sebab suatu saat dia akan membencimu dan bencilah dengan yang membencimu sekedarnya saja sebab suatu saat ia akan jadi orang yang mencintaimu”.
Erich Fromm(1956), cinta romantis bukti dari rasa kesepian mendalam dengan konsep cintanya;care, responsibility, respect dan knowledge
Segi 3 cinta adalah keintiman, gairah dan komitmen.{Stenberg}
Rabi’ah Al Adawiyah, Kandungan Cinta :”Kekaguman tiada habisnya, gelisah dan misteri tersembunyi direlung hati”.
Cinta adalah perasaan memperhatikan, menyanyi, menyukai mendalam, rindu dan hasrat pada obyek.[Ashley Montagu]
“Proses akal budi yang bisa melahirkan tindakan produktif dan kreatif”.(Abraham Maslow/USA)
“Keterlibatan mendalam disertai rangsangan fisiologi kuat dan perasaan mendambakan dan memuaskan pasangan”.{Ecaline & Willem Walster}
Imam Al Ghozali(Menggapai Esensi Cinta): ”Pandangan mata batin lebih tajam dari pada yang lahir & manusia adalah hamba kebajikan serta Alloh SWT Maha pemberi nikmat, karunia dan rejeki”.
Cinta Sejati adalah bukan emosi tetapi perasaan saling menghargai dan memahami perasaan kelebihan serta kekurangan masing-masing, tulus, disiplin, kosentrasi kesabaran dan kesetiaan.
Gibran Khahlil Gibran, Cinta merupakan keindahan sejati yang terletak pada keserasian spiritual.
“Cintai dan bencilah orang lain seperti halnya anda mencintai ataupun membenci diri anda sendiri”.
DEWA 19, Cinta bukan sekedar kata-kata indah pun belaian dan buaian di peraduan. Cinta adalah ruang dan waktu dating & menghilang, maafkanlah cinta atas kabut jiwa karena semua karunia Sang Pencipta. Cinta bukan harta dan tahta, pastikan pada semua hanya Cinta yang bias ubah dunia.
“Perasaan khusus yang berhubungan dengan kesenangan pada suatu obyek”: [James Drever dalam kamus Psikologi]
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah {Raudat Al Muhibbin Al Mustaqim), Cinta: ”Sifat-sifat yang dimilikinya, perhatian kekasih atas sifat-sifatnya dan pertautan hati ke-2nya”.
PADI, Cinta tidak hanya diam &Cinta adalah Cinta itu sendiri.
“Maknai cinta tak cukup dengan sejumlah debu di gurun atau sebanyak galaksi di semesta sabda, walaupun 9 samudra menjadi tinta Dinasti Cinta. Tetapi tafsiri Cinta dengan sempurna jiwa, dan otak atas nama Tuhanmu yang Maha Ter Maha.”[Djibril Ahmad]

10 Dzulhijjah 1426
Ba’da Isya (malam takbir)


AHMAD-MUHAMMAD
571 M, tatkala Abrahah sebarkan kebencian untuk Ka’bah
Dengan congkaknya serbu Makkah yang hampir kalah
Tak tahukah dia apa artinya matinya ribuan bala tentara kuda & gajah?
Puaskan nafsunya demi pindahkan kiblat ke negeri Habsyah

Seharusnya Ia baca kitab Injil Isa As
Akan datangnya Raja Nabi akhir zaman
Hmm…semesta pun tahu akan hal itu
Dimana saat para Iblis, Ifrit dan Syaitan lari ketakutan
Atau kisah para pendeta Yahudi-Nasrani yang gemetaran

Malang seribu malang saat ribuan burung Ababyl turun dari neraka
Lumat daging mereka seperti ulat pada daun-daun muda,
tak selaras dengan semangatnya yang dulu membara
Mimpikan hancurkan rumah Tuhan yang Maha Esa

Alhamdulillah Wa Alhamdulillah
Ketika gerbang langit terbuka bawakan sabda Malaikat dari Tuhan-Nya,
Atas lahirnya nur suci manusia suri tauladan
Ialah Ahmad-Muhammad bin Abdullah yang yatim
Dari ibunda Aminah yang adhim

Duhai jagad seisinya, bersyukurlah akan nazalnya wahyu berjalan; Kssssssepada Maha Dewa Cinta yang utus Sang Pangeran Cinta
Beserta burung Ababyl yang lemparkan batu api-batu api neraka
Pada penguasa lalim Ethopia

Sungguh kaulah persembahan dari Surga
Yang dijanjikan dalam perjanjian baru-lama, sebarkan kebenaran haqiqi untuk umat Manusia
Bersama meraih kemenangan bagi yang berhak, mereka selalu di lindas-lindas Tiran-tirani
Tuk menjadi Insan merdeka sejati
Tanpa pernah mencoba menafikan kalam Rabbul Izzati
ataupun warisan cakrawala sunnah Ulul Azmi
Yang di bawa Penghulu Alam akhir zaman ini
Yang kembali keharibaan-Nya 12 Rabiul awwal 11 H silam

230306


ODE U 2 PRIBADI

Ku retas jiwa-jiwa ini dari dalam Lumpur dunia
Terpesona sejenak ruh-ruh tubuh ini pada DIA
Dialah pemberontak yang lapar akan cinta Tuhan-Nya & haus akan romansa Maulana-Nya
Langkah mereka berdua makin dekat, seiring talu-talu Tifa yang menari-menari di puncak singgasana naluri
Kemudian instingku bicara, ada apa dengan mereka berdua kata ilusi?
Debur ombak pikiran kotor ini mulai berjalan mengendap-endap seraya bertanya pada wazir syaitan yang terkekeh-kekeh
Dan syaitanpun berujar:”rengkuh mereka ke dasar neraka ha..ha..ha..”
Tiba-tiba saja selarik sinar putih hanguskan Iblis hitam jelek Itu atas izin-Nya pencipta Adam As
Lalu ku mulai bernada senandungkan hipotesa kebenaranku pada 2 pribadi wanita musafir jati diri
Yang menggugahku tuk terus berfikir dan berjuang diatas reruntuhan puing-puing kebajikan, diatas penguasa kebatilan, diatas penderitaan korban-korban filsafat edan, diatas kebrengsekan yang menjajah kedamaian
Sungguh ku tak mau pecundang yang menang di balik topeng pahlawan
“Reinkarnasi arti diri dalam Samudra Illahi”

08 Rabiul Awwal 1427 H